RANGKUMAN
“HAKEKAT BAHASA”
Dosen pengampuh:
Ady Saputra, M.Pd

Di Susun Oleh :
NAMA :
SRI HERDIANA
NPM :
1640605002
LOKAL
: A
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH
DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN
ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN
A. Definisi
Bahasa
merupakan suatu ungkapan yang mengandung maksud untuk menyampaikan sesuatu
kepada orang lain. Sesuatu yang dimaksud oleh pembicara bisa dipahami dan
dimengerti oleh pendengar atau lawan bicara melalui bahasa yang diungkapkan. Definisi
lain dari bahasa yaitu sebagai sistem lambang bunyi arbitrer yang digunakan
oleh suatu masyarakat social untuk saling berkomunikasi, bekerja sama, dan
mengidentifikasi diri.
Menurut Harimurti Kridaklaksana (1997) bahasa merupakan sifat
lambang bunyi yang bersifat arbitrer, digunakan para anggota kelompok social
untuk bekerjasama dan berkomunikasi untuk mengidentifikasi diri dihadapan orang
lain. Sedangkan syamsuddin (1986:2) berpendapat bahwa bahasa memiliki dua pengertian, pertama bahasa
adalah alat yang di pakai utuk membentuk pikiran serta perasaan, keinginan dan
perbuatan-perbuatan, alat yang dipakai untuk mempengaruhi serta dipengaruhi. Kedua,
bahasa ialah tanda yang jelas dari kepriadian yang baik ataupun yang buruk ,
tanda yang jelas dari keluarga serta bangsa, tanda yang jelas dari budi
kemanusiaan.
B.
Hakikat
bahasa
Bahasa
adalah sebuah sistem simbol lisan yang arbitrer dipakai oleh anggota suatu
masyarakat bahasa untuk berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama. Di dalam
linguistik terdapat rumusan mengenai hakikat bahasa. Rumusan-rumusan itu dapat
dijadikan poin-poin yang akan menghasilkan sejumlah ciri yang merupakan hakekat
bahasa.
Ciri-ciri hakekat bahasa terdiri
dari :
1.
Bahasa itu adalah sebuah system
Sistem berarti susunan teratur berpola yang membentuk
suatu keseluruhan yang bermakna atau berfungsi, sistem terbentuk oleh sejumlah
unsur yang satu dan yang lain berhubungan secara fungsional. Bahasa terdiri
dari unsur-unsur yang secra teratur tersusun menurut pola tertentu dam
membentuk satu kesatuan.
2.
Bahasa itu berwujud lambing.
Sistem berarti susunan teratur berpola yang membentuk
suatu keseluruhan yang bermakna atau berfungsi, sistem terbentuk oleh sejumlah
unsur yang satu dan yang lain berhubungan secara fungsional. Bahasa terdiri
dari unsur-unsur yang secra teratur tersusun menurut pola tertentu dam
membentuk satu kesatuan.
3.
Bahasa itu berupa bunyi.
Bunyi bahasa adalah bunyi yang dihasilkan alat ucap
manusia. Tetapi tidak semua bunyi yang di hasilkan oleh alat ucap manusia
termasuk bunyi bahasa.
4.
Bahasa itu bersifat arbitrer.
Kata arbitrer bisa diartikan ‘’sewenang-wenang, berubah,
tidak tetap, manasuka’’. Yang dimaksud dengan istilah arbitrer itu adalah tidak
adanya hubungan wajib antara lambang bahasa (yang terwujud bunyi itu) dengan
konsep atau pengertian yang dimaksud oleh lambang tersebut
5.
Bahasa itu bermkna.
Salah satu sifat hakiki dari bahasa adalah bahasa itu
berwujud lambang. Sebagai lambang, bahasa melambangkan suatu pengertian, suatu
konsep, suatu ide atau suatu pikiran yang ingin disampaikan dalam wujud bunyi
itu. Maka, dapat dikatakan bahwa bahasa itu mempunyai makna
6.
Bahasa itu besifat konvensional.
Artinya semua anggota masyarakat bahasa itu mematuhi
konvensi bahwa lambang tertentu itu digunakan untuk mewakili konsep yang
diwakilinya.
7.
Bahasa itu bersifat unik.
Bahasa dikatakan bersifat unik, artinya setiap bahasa
mempunyai ciri khas sendiri yang tidak dimiliki bahasa lainnya. Ciri khas ini
bisa menyangkut sistem bunyi, sistem pembentukan kata, sistem pembentukan
kalimat, sistem lainnya.
8.
Bahasa itu bersifat universal.
Artinya, ada ciri-ciri yang sama yang dimiliki oleh
setiap bahasa yang ada didunia ini. Misalnya, ciri universal bahasa yang paling
umum adalah bahwa bahasa itu mempunyai bunyi
9.
Bahasa itu bersifatproduktif.
Bahasa bersifat produktif artinya meskipun unsur-unsur
bahasa itu terbatas, tetapi dengan unsur-unsur yang jumlahnya terbatas itu
dapat dibuat satuan-satuan bahasa yang tidak terbatas, meski secara relatif,
sesuai dengan sistem yang berlaku dalam bahasa itu.
10. Bahasa
itu bervariasi.
Ada tiga istilah dalam variasi bahasa yaitu:
·
Idiolek:
ragam bahasa yang bersifat perorangan
·
Dialeg:
variasi bahasa yang digunakan oleh sekelompok
anggota masyarakat pada suatu tempat atau suatu waktu
·
Ragam:
variasi bahasa yang digunakan dalam situasi tertentu. Misalnya ragam baku dan
ragam tidak baku.
11. Bahasa itu bersifat dinamis.
Bahasa tidak pernah lepas dari segala kegiatan dan gerak
manusia sepanjang keberadaan manusia itu sebagai makhluk yang berbudaya dan
bermasyarakat.
12. Bahasa
itu manusiawi.
Bahasa
bersifat manusiawi, dalam arti bahasa itu hanya milik manusia dan hanya dapat
digunakan oleh manusia.
DAFTAR PUSTAKA
Chaer, Abdul. 2007. Linguistik
Umum. Jakarta: Rineka Cipta
Santoso, Sukrisno. 2009. Resume Buku Linguistik Umum Karya Abdul Chaer. Resume (Online) diakses pada 10 Februari 2017 di
http://sastra33.blogspot.com/2011/06/linguistik-umum-22.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar