Sabtu, 25 Februari 2017

Rangkuman "Hakikat Bahasa"

RANGKUMAN
“HAKEKAT BAHASA”
Dosen pengampuh:
Ady Saputra, M.Pd


Description: F:\IMG_20170216_202444.jpg




Di Susun Oleh :
NAMA        :  SRI HERDIANA
NPM           :  1640605002
LOKAL      :  A


PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR  
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
 UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN


A.    Definisi
Bahasa merupakan suatu ungkapan yang mengandung maksud untuk menyampaikan sesuatu kepada orang lain. Sesuatu yang dimaksud oleh pembicara bisa dipahami dan dimengerti oleh pendengar atau lawan bicara melalui bahasa yang diungkapkan. Definisi lain dari bahasa yaitu sebagai sistem lambang bunyi arbitrer yang digunakan oleh suatu masyarakat social untuk saling berkomunikasi, bekerja sama, dan mengidentifikasi diri.
Menurut Harimurti Kridaklaksana (1997) bahasa merupakan sifat lambang bunyi yang bersifat arbitrer, digunakan para anggota kelompok social untuk bekerjasama dan berkomunikasi untuk mengidentifikasi diri dihadapan orang lain. Sedangkan syamsuddin (1986:2) berpendapat bahwa  bahasa memiliki dua pengertian, pertama bahasa adalah alat yang di pakai utuk membentuk pikiran serta perasaan, keinginan dan perbuatan-perbuatan, alat yang dipakai untuk mempengaruhi serta dipengaruhi. Kedua, bahasa ialah tanda yang jelas dari kepriadian yang baik ataupun yang buruk , tanda yang jelas dari keluarga serta bangsa, tanda yang jelas dari budi kemanusiaan.

B.     Hakikat bahasa
Bahasa adalah sebuah sistem simbol lisan yang arbitrer dipakai oleh anggota suatu masyarakat bahasa untuk berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama. Di dalam linguistik terdapat rumusan mengenai hakikat bahasa. Rumusan-rumusan itu dapat dijadikan poin-poin yang akan menghasilkan sejumlah ciri yang merupakan hakekat bahasa.
Ciri-ciri hakekat bahasa terdiri dari :
1.      Bahasa itu adalah sebuah system
Sistem berarti susunan teratur berpola yang membentuk suatu keseluruhan yang bermakna atau berfungsi, sistem terbentuk oleh sejumlah unsur yang satu dan yang lain berhubungan secara fungsional. Bahasa terdiri dari unsur-unsur yang secra teratur tersusun menurut pola tertentu dam membentuk satu kesatuan.
2.      Bahasa itu berwujud lambing.
Sistem berarti susunan teratur berpola yang membentuk suatu keseluruhan yang bermakna atau berfungsi, sistem terbentuk oleh sejumlah unsur yang satu dan yang lain berhubungan secara fungsional. Bahasa terdiri dari unsur-unsur yang secra teratur tersusun menurut pola tertentu dam membentuk satu kesatuan.
3.      Bahasa itu berupa bunyi.
Bunyi bahasa adalah bunyi yang dihasilkan alat ucap manusia. Tetapi tidak semua bunyi yang di hasilkan oleh alat ucap manusia termasuk bunyi bahasa.
4.      Bahasa itu bersifat arbitrer.
Kata arbitrer bisa diartikan ‘’sewenang-wenang, berubah, tidak tetap, manasuka’’. Yang dimaksud dengan istilah arbitrer itu adalah tidak adanya hubungan wajib antara lambang bahasa (yang terwujud bunyi itu) dengan konsep atau pengertian yang dimaksud oleh lambang tersebut
5.      Bahasa itu bermkna.
Salah satu sifat hakiki dari bahasa adalah bahasa itu berwujud lambang. Sebagai lambang, bahasa melambangkan suatu pengertian, suatu konsep, suatu ide atau suatu pikiran yang ingin disampaikan dalam wujud bunyi itu. Maka, dapat dikatakan bahwa bahasa itu mempunyai makna
6.      Bahasa itu besifat konvensional.
Artinya semua anggota masyarakat bahasa itu mematuhi konvensi bahwa lambang tertentu itu digunakan untuk mewakili konsep yang diwakilinya.
7.      Bahasa itu bersifat unik.
Bahasa dikatakan bersifat unik, artinya setiap bahasa mempunyai ciri khas sendiri yang tidak dimiliki bahasa lainnya. Ciri khas ini bisa menyangkut sistem bunyi, sistem pembentukan kata, sistem pembentukan kalimat, sistem lainnya.
8.      Bahasa itu bersifat universal.
Artinya, ada ciri-ciri yang sama yang dimiliki oleh setiap bahasa yang ada didunia ini. Misalnya, ciri universal bahasa yang paling umum adalah bahwa bahasa itu mempunyai bunyi
9.      Bahasa itu bersifatproduktif.
Bahasa bersifat produktif artinya meskipun unsur-unsur bahasa itu terbatas, tetapi dengan unsur-unsur yang jumlahnya terbatas itu dapat dibuat satuan-satuan bahasa yang tidak terbatas, meski secara relatif, sesuai dengan sistem yang berlaku dalam bahasa itu.
10.  Bahasa itu bervariasi.
            Ada tiga istilah dalam variasi bahasa yaitu:
·       Idiolek: ragam bahasa yang bersifat perorangan
·      Dialeg: variasi bahasa yang digunakan oleh sekelompok  anggota masyarakat pada suatu tempat atau suatu waktu
·      Ragam: variasi bahasa yang digunakan dalam situasi tertentu. Misalnya ragam baku dan ragam tidak baku.
11.  Bahasa itu bersifat dinamis.
Bahasa tidak pernah lepas dari segala kegiatan dan gerak manusia sepanjang keberadaan manusia itu sebagai makhluk yang berbudaya dan bermasyarakat.
12.  Bahasa itu manusiawi.
Bahasa bersifat manusiawi, dalam arti bahasa itu hanya milik manusia dan hanya dapat digunakan oleh manusia.


DAFTAR PUSTAKA
  
Chaer, Abdul. 2007. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta

Santoso, Sukrisno. 2009. Resume Buku Linguistik Umum Karya Abdul Chaer. Resume (Online)   diakses pada 10 Februari 2017 di http://sastra33.blogspot.com/2011/06/linguistik-umum-22.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar