NAMA :
SRI HERDIANA
NPM :
1640605002
LOKAL :
A
RANGKUMAN
“BAHASA BAKU DAN
TIDAK BAKU”
A. Pengertian
Bahasa Baku
Bahasa Indonesia baku adalah salah satu ragam bahasa
Indonesia yang bentuk bahasanya
telah dikodifikasi, diterima, dan difungsikan atau dipakai sebagai model oleh masyarakat
Indonesia secara luas.
Halim (1980) mengatakan bahwa bahasa
baku adalah ragam bahasa yang dilembagakan dan diakui oleh sebagian masyarakat,
dipakai sebagai ragam resmi dan sebagai kerangka rujukan norma bahasa dan
penggunaannya.
Pei dan Geynor (1954:203) mengatakan
bahwa bahasa baku adalah dialek suatu bahasa yang memiliki keistimewaan sastra
dan budaya melebihi dialek-dialek lainnya, disepakati penutut dialek-dialek
lain sebagai bahasa yang paling sempurna.
B. Fungsi Bahasa Baku
Bahasa
Indonesia baku mempunyai empat fungsi, yaitu pemersatu, penanda
kepribadian, penambah wibawa dan kerangka acuan.
a) Bahasa
Indonesia baku berfungsi pemersatu.
Bahasa Indonesia baku
mempersatukan atau memperhubungkan penutur berbagai dialek bahasa itu.
Bahasa Indonesia baku mempersatukan mereka menjadi satu masyarakat bahasa
Indonesia baku. Bahasa Indonesia baku mengikat kebhinekaan rumpun dan
bahasa yang ada di Indonesia dengan mangatasi batas-batas kedaerahan.
Bahasa Indonesia baku merupakan wahana ataualat dan pengungkap kebudayaan
nasional yang utama. Fungsi pemersatu ini ditingkatkan melalui usaha
memberlakukannya sebagai salah satu syarat atau ciri manusia Indonesia
modern.
b) Bahasa
Indonesia baku berfungsi sebagai penanda kepribadian.
Bahasa Indonesia baku merupakan ciri
khas yang membedakannya dengan bahasa-bahasa lainnya. Bahasa Indonesia
baku memperkuat perasaan kepribadian nasional masyarakat bahasa Indonesia
baku. Dengan bahasa Indonesia baku kita menyatakan identitas kita.
BahasaIndonesia baku berbeda dengan bahasa Malaysia atau bahasa Melayu
di Singapura dan Brunai Darussalam. Bahasa Indonesia baku
dianggap sudah berbeda dengan bahasa Melayu Riau yang menjadi induknya.
c) Bahasa
Indonesia baku berfungsi penambah wibawa.
Pemilikan bahasa Indonesia baku
akan membawa serta wibawa atau prestise. Fungsi pembawa wibawa berkaitan
dengan usaha mencapai kesederajatan dengan peradaban lain yang dikagumi
melalui pemerolehan bahasa baku. Di samping itu, pemakai bahasa yang mahir
berbahasa Indonesia baku “dengan baik dan benar” memperoleh wibawa di mata
orang lain. Fungsi yang meyangkut kewibawaan itu juga terlaksana jika
bahasa Indonesia baku dapat dipautkan dengan hasil teknologi baru dan
unsur kebudayaan baru. Warga masyarakat secara psikologis akan
mengidentifikasikan bahasa Indonesia baku dengan masyarakat dan kebudayaan
modern dan maju sebagai pengganti pranata, lembaga, bangunan indah, jalan
raya yang besar.
d) Bahasa
Indonesia baku berfungsi sebagai kerangka acuan.
Bahasa Indonesia baku berfungsi
sebagai kerangka acuan bagi pemakainya dengan adanya norma atau kaidah
yang dikodifikasi secara jelas. Norma atau kaidah bahasa Indonesia baku
itu menjadi tolok ukur pemakaian bahasa Indonesia baku secara benar. Oleh
karena itu, penilaian pemakaian bahasa Indonesia baku dapat dilakukan.
Norma atau kaidah bahasa Indonesia baku juga menjadi acuan umum bagi
segala jenis pemakaian bahasa yang menarik perhatian karena bentuknya yang khas,
seperti bahasa ekonomi, bahasa hukum, bahasa sastra, bahasa iklan, bahasa
media massa, surat-menyurat resmi, bentuk surat keputusan, undangan,
pengumuman, kata-kata sambutan, ceramah, dan pidato.
C.
Ciri-ciri bahasa baku
Ciri-ciri Bahasa Indonesia Baku
sebagai berikut:
a)
Pelafalan sebagai bagian fonologi
bahasa Indonesia baku
adalah pelafalan yang relatif bebas dari atau sedikit diwarnai
bahasa daerah atau dialek.
Misalnya, kata
·
keterampilan / diucapkan / ketrampilan / bukan
/ ketrampilan
·
harimau / di ucapkan / harimau / bukan / harimaw
·
negeri / diucapkan / negeri / bukan / negri
·
energy / diucapkan / energy / bukan / enerji
·
TV / diucapkan / teve / bukan / tivi
b)
Bentuk kata yang berawalan me- dan ber- dan
lain-lain sebagai bagian morfologi.
bahasa Indonesia baku ditulis atau
diucapkan secara jelas dan tetap di dalam kata.
Misalnya:
·
Banjir menyerang kampung yang banyak
penduduknya itu.
·
Ina sangat gemar membaca buku
cerita.
·
Siswa sekolah dasar 045 belajar menulis
cerita pendek.
·
Keadaan roni setelah di rawat di rumah sakit mulai membaik.
·
Anak-anak seokolah dasar di tugaskan mengumpulkan
barang-barang bekas untuk di daur ulang.
·
Kuliah sudah berjalan dengan baik.
·
Sebelum pergi ke sekolah doni selalu bersalaman
dengan orang tuanya.
·
Ani bersedih karena di tiggal
oleh orang tuanya.
·
Wulan bergembira karena mendapat
juara 1 pada lomba olimpiade sains di sekolahnya.
·
Maryam telah berprofesi menjadi
dosen selama 7 tahun.
c)
Konjungsi sebagai bagian morfologi bahasa Indonesia
baku ditulis secara jelas dan tetap di dalam kalimat.
Misalnya:
·
Sampai dengan hari ini ia tidak percaya kepada siapa
pun, karena semua di anggapnya penipu.
·
Ono tidak masuk sekolah selama 3 hari, karena
sakit.
·
Pada hari sabtu mahasiswa PGSD lokal A di liburkan, karena mengikuti kegiatan seminar nasional.
·
Ina tidak ingin berbicara kepada ibuya, karena
Ina tidak diberi jajan.
·
Terjadi banjir di desa maju mundur karena
hujan lebat yang tidak hentinya.
·
Iin jatuh karena tersandung akar
pohon.
d)
Partikel –kah, -lah dan –pun sebagai
bagian morfologi bahasa Indonesia baku ditulis secara jelas dan tetap di dalam
kalimat.
Misalnya:
·
Bacalah buku itu sampai selesai!
·
Janganlah
kamu membuang sampah di sembarang tempat.
·
Rajinlah
belajar agar kamu menjadi anak yang pandai.
·
Biasakanlah untuk
selalu hidup bersih.
·
Berdoalah
agar segala urusanmu di mudahkan.
·
Bagaimanakah cara kita memperbaiki kesalahan
diri?
·
Bagaimanapun kita harus menerima perubahan ini
dengan lapang dada.
·
Sesulit apapun rintangan yang kita hadapi
kita harus tetap bersyukur.
·
Ibu sudah datang. Meskipun demikian, adik masih
menangis.
e)
Preposisi atau kata dengan sebagai bagian morfologi
bahasa Indonesia baku dituliskan secara jelas dan tetap dalam kalimat.
Misalnya:
·
Saya bertemu dengan adiknya kemarin.
·
Nita bermain dengan kucing peliharaannya.
·
Ali memberi undangan ulang tahunnya kepada
Roni.
·
Ia benci sekali kepada orang itu.
·
Nenek iyem berterimakasih kepada
pemuda itu karena telah membantunya.
f)
Bentuk kata ulang atau reduplikasi sebagai bagian
morfologi bahasa Indonesia baku ditulis secara jelas dan tetap sesuai
dengan fungsi dan tempatnya di dalam kalimat.
Misalnya:
·
Mereka-mereka itu harus diawasi setiap saat.
·
Semua negara-negara melaksanakan
pembangunan ekonomi.
·
Suatu titik-titik pertemuan harus dapat
dihasilkan dalam musyawarah itu.
·
Kupu-kupu itu
terlihat sangat indah.
·
Gigi mengajak kakanya jalan-jalan ke luar
kota.
g)
Kata ganti atau polaritas tutur sapa sebagai bagian
morfologi bahasa Indonesia baku ditulis secara jelas dan tetap dalam
kalimat.
Misalnya:
·
Saya – anda bisa bekerja sama di dalam pekerjaan
ini.
·
Aku – engkau sama-sama berkepentingan tentang
problem itu.
·
Saya – Saudara memang harus bisa berpengertian yang
sama.
h)
Pola kelompok kata kerja aspek + agen + kata kerja
sebagai bagian kalimat bahasa Indonesia baku ditulis dan
diucapkan secara jelas dan tetap di dalam kalimat.
Misalnya:
·
Surat Anda sudah saya baca.
·
Kiriman buku sudah dia terima.
·
Jam tangan itu sudah saya pakai.
·
Kiriman sudah itu sudah dia terima.
·
Undangan dari kepala sekolah sudah
saya terima.
i)
Konstruksi atau bentuk sintesis sebagai bagian kalimat
bahasa Indonesia baku ditulis atau diucapkan secara jelas dan tetap
di dalam kalimat.
Misalnya:
·
Saudaranya
·
Dikomentari
·
Mengotori
·
Harganya
·
Memberitahukan
·
anaknya
j)
Fungsi gramatikal (subyek, predikat, obyek sebagai
bagian kalimat bahasa Indonesia baku ditulis atau diucapkan secara
jelas dan tetap dalam kalimat.
Misalnya:
·
Kepala Kantor pergi keluar negeri.
·
Rumah orang itu bagus.
·
Ibu pergi kepasar.
·
Kepala sekolah harap menanti tempat yang telah disediakan.
·
Iyam memasak sayur.
·
Adik bermain boneka.
k)
Struktur kalimat baik tunggal maupun majemuk ditulis
atau diucapkan secara jelas dan tetap sebagai bagian kalimat bahasa
Indonesia baku di dalam kalimat.
Misalnya:
Mereka sedang mengikuti perkuliahan
dasar-dasar Akuntansi I. Sebelum analisis data dilakukannya, dia
mengumpulkan data secara sungguh-sungguh.
l)
Kosakata sebagai bagian semantik bahasa Indonesia baku
ditulis atau diucapkan secara jelas dan tetap dalam kalimat.
Misalnya:
Mengapa, tetapi, bagaimana,
memberitahukan, hari ini, bertemu, tertawa, mengatakan, pergi, tidak
begini, begitu, silakan.
m)
Ejaan resmi sebagai bagian bahasa Indonesia baku
ditulis secara jelas dan tetap baik kata, kalimat maupun tanda-tanda baca
sesuai dengan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan.
n)
Peristilahan baku sebagai bagian bahasa Indonesia baku
dipakai sesuai dengan Pedoman Peristilahan Penulisan Istilah
yang dikeluarkan oleh Pemerintah melalui Pusat Pembinaan
dan Pengembangan Bahasa (Purba, 1996 : 63 – 64).
D. Pengertian Bahasa Tidak Baku
Istilah bahasa nonbaku ini terjemahan dari “nonstandard
language”. Istilah bahasa nonstandar ini sering disinonimkan dengan
istilah “ragam subbaku”, “bahasa nonstandar”, “ragam takbaku”, bahasa
tidak baku”, “ragam nonstandar”.
Suharianto berpengertian bahwa bahasa nonstandar atau bahasa
tidak baku adalah salah satu variasi bahasa yang tetap hidup dan
berkembang sesuai dengan fungsinya, yaitu dalam pemakaian bahasa tidak
resmi (1981 : 23).
Alwasilah berpengertian bahwa bahasa tidak baku adalah bentuk
bahasa yang biasa memakai kata-kata atau ungkapan, struktur kalimat, ejaan
dan pengucapan yang tidak biasa dipakai oleh mereka yang
berpendidikan (1985 : 116).
Berdasarkan beberapa pengertian di atas, jelas bahwa bahasa
nonstandar adalah ragam yang berkode bahasa yang berbeda dengan kode
bahasa baku, dan dipergunakan di lingkungan tidak resmi.
Bahasa Indonesia tidak baku adalah salah satu ragam
bahasa Indonesia yang tidak
dikodifikasi, tidak diterima dan tidak difungsikan sebagai model masyarakat Indonesia secara
luas, tetapi dipakai oleh masyarakat secara
khusus. Biasanya bahasa tidak baku sering
digunakan saat percakapan sehari-hari atau dalam bahasa tutur.
Adapun faktor-faktor
yang dapat menyebabkan munculnya kata tidak baku, yang diantaranya sebagai
berikut ini:
- Yang menggunakan bahasa tidak mengetahui bentuk penulisan dari kata yang dia maksud.
- Yang menggunakan bahasa tidak memperbaiki kesalahan dari penggunaan suatu kata, itulah yang menyebabkan kata tidak baku selalu ada.
- Yang menggunakan bahasa sudah terpengaruh oleh orang-orang yang terbiasa menggunakan kata yang tidak baku.
- Dan yang terakhir, yang menggunakan bahasa sudah terbiasa memakai kata tidak baku.
Contoh kata
tidak baku
Misalnya
seperti: aktip, pasip, apotik, efektip, karna, poto, biosfir, bis, obyek,
nopember, praktek, negri, tekhnik, nasehat dan lain-lain. Kalimatnya: Saya akan
keluar kota pada hari ini.
|
No.
|
Bahasa tidak baku
|
Bahasa baku
|
Keterangan bahasa baku yang benar
|
|
1.
|
Ijin
|
Izin
|
Ulfah
izin tidak mengikuti pelajaran
seperti baisa di karenakan ada urusan keluarga.
|
|
2.
|
Nopember
|
November
|
Pada
bulan November akan di adakan lomba
kreasi remaja.
|
|
3.
|
Sarat
|
Syarat
|
Salah
satu syarat menjadi guru adalah
lulus sertifikasi guru.
|
|
4.
|
Jenasah
|
Jenazah
|
Jenazah
wanita itu akan di makamkan di kampung halamannya.
|
|
5.
|
Sorga
|
Surga
|
Orang-orang
baik akan di tempatkan di surga.
|
|
6.
|
Telor
|
Telur
|
Nita
memasak telur dadar untuk makan
siangnya.
|
|
7.
|
Mesjid
|
Masjid
|
Ibu-ibu
mengadakan pengajian ruti di masjid.
|
|
8.
|
Praktik
|
Praktek
|
Irma
sedang melakukan ujian praktek olahraga
di sekolahnya.
|
|
9.
|
Sendal
|
Sandal
|
Bayu
menggunakan sandal jepit saat masuk
kamar mandi.
|
|
10.
|
Taxi
|
Taksi
|
Supir
taksi itu sangat baik dan peramah
kepada penumpangnya.
|
|
11.
|
Aktip
|
Aktif
|
Suriani
aktif dalam kegiatan
eksktrakurikuler di sekolahnya.
|
|
12.
|
Aktivitas
|
Aktifitas
|
Aktifitas
warga yang tinggal di kaki gunung merapi mulai berjalan lancar.
|
|
13.
|
Cidera
|
Cedera
|
Terjadi
cedera tungkai atas pada korban.
|
|
14.
|
Coklat
|
Cokelat
|
Ani
memberi cokelat untuk sinta.
|
|
15.
|
Goa
|
Gua
|
Di
tarakan terdapat beberapa gua
peninggalan jepang.
|
|
16.
|
Hapal
|
Hafal
|
Filza
sudah hafal Al-Qur’an 30 juz.
|
|
17.
|
Inpus
|
Infus
|
Dian
di infus akibat kekurangan cairan.
|
|
18.
|
Hutang
|
Utang
|
Akibat
kesulitan ekonomi, wanita tua itu tidak mampu membayar utang anaknya.
|
|
19.
|
Mahluk
|
Makhluk
|
Setiap
makhluk hidup saling membutuhkan
satu sama lain.
|
|
20.
|
Negri
|
Negeri
|
Raffi
ahmad beserta keluarganya berlibur ke luar negeri.
|
Daftar
Pustaka
Vicosta
Efran. 2011. EYD Ejaan Yang Disempurnakan dan Tata Bahasa Indonesia.
Jakarta: JAL Publishing.
Fatya Permata Anbiya. 2010. Panduan EFD dan Tata
Bahasa Indonesia. Jakarta: TransmediaZainal Nusyirwan. 2013. Bahasa baku dan Non Baku dalam Bahasa Indonesia. (online)
http://zainalnusyirwan.blogspot.co.id/2013/04/bahasa-baku-dan-non-baku-dalam-bahasa.html diakses pada
pukul 02:00 28 Februari 2017
Rukanah.
2016. Penggunaan Kata Baku dan Tidak Baku dalam Bahasa Indonesia.
(online) https://rukanahep.wordpress.com/2016/04/05/makalah-penggunaan-kata-baku-dan-tidak-baku-dalam-bahasa-indonesia/ diakses
pada pukul 15:40 27 Februari 2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar